Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Sejarah Pohon Natal

type="html">
Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.
[imagetag]

Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain "evergreen". Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di RockefellerCenter di 5th Avenue New York Amerika Serikat.

Legenda
Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.

Pengalaman "supranatural" Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, ada seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.
[imagetag]

Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Kontroversi
Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.

Hal itu mulai berubah, saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustrasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambar itu di media massa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.

Tradisi
Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, duniakita.info industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel (semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.

Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.

Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.

sumber: http://www.duniakita.info/2010/12/ketahui-tentang-sejarah-pohon-natal.html
[imagetag]

Home 25 Dec, 2011

Rabu, 28 Desember 2011

Sejarah Rokok Kretek di Indonesia

type="html"> [imagetag]Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen
merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering.
              
[imagetag]


Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

                                                Gambar Kemasan Rokok Kretek Pertama

[imagetag]


Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jagung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.

                                                 Foto Pabrik Rokok Nitisemito Tahun 1936

[imagetag]
Sumber
[imagetag]

Ga Bohong 25 Dec, 2011

Selasa, 27 Desember 2011

Daftar Film Horor Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

type="html"> Horror memang tak selalu berhubungan dengan makhluk gaib atau sesuatu yang berbau supranatural. Film yang mampu memicu rasa jijik dan takut biasanya masuk dalam kategori yang satu ini. Dalam usahanya memicu rasa takut dan jijik, para sineas kadang berani melewati batas 'kewajaran' dan akhirnya malah membuat film mereka tak diizinkan tayang di beberapa negara. Saking kontroversialnya, beberapa film bahkan sampai dilarang tayang oleh banyak negara.

Bicara soal film kontroversial, Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan film ANTICHRIST atau THE HUMAN CENTIPEDE yang sempat membuat heboh lantaran berisi muatan yang berbau kekerasan. Serial SAW yang berlanjut hingga tujuh bagian pun termasuk dalam kategori yang satu ini. Menjijikkan atau menakutkan mungkin sangat subjektif namun keputusan badan sensor film sepertinya bisa dijadikan ukuran sampai seberapa ekstrem sebuah film. Berikut adalah beberapa film yang dilarang tayang di banyak negara.

CANNIBAL HOLOCAUST (1980)
[imagetag]
Bayangkan, paling tidak ada 19 negara termasuk Italia melarang penayangan film ini. Tak cukup sampai di sana, ternyata banyak orang yang meyakini kalau film ini tak menggunakan special effect dan semua yang terlihat di layar adalah apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu juga Ruggero Deodato, sang sutradara, harus diajukan ke meja hijau dengan tuduhan melakukan pembunuhan pada para aktor dalam film ini.

Semua orang memang mengira kalau para aktor dalam film ini telah tewas saat syuting padahal sebenarnya Ruggero memang mewajibkan sang aktor dan aktris menghilang setidaknya sampai satu tahun setelah film diedarkan. Ruggero memang bebas dari tuduhan meski filmnya dilarang beredar di banyak negara. Ada yang menyebut sekitar 50 negara tak mengizinkan beredarnya film ini meski sebagian mengatakan hanya 19 negara yang tak bersedia jadi tuan rumah pemutaran film ini.

I SPIT ON YOUR GRAVE (1978)
[imagetag]
Awalnya, film buatan Meir Zarchi ini diberi judul DAY OF THE WOMAN walaupun belakangan lebih dikenal sebagai I SPIT ON YOUR GRAVE. Konon 12 negara termasuk Inggris, Canada, Australia, Norwegia, Islandia, Jerman, China, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Film yang sempat dibuat ulang tahun 2010 lalu ini memang sarat adegan kekerasan. Di awali dengan pemerkosaan, film ini mulai mengalir ke aksi balas dendam yang melibatkan banyak aksi kekerasan. Majalah TIME bahkan menyebut film ini salah satu dari film yang paling banyak menyajikan kekerasan.

THE TEXAS CHAIN SAW MASSACRE (1974)
[imagetag]
Harian The Times memasukkannya dalam daftar 50 film paling kontroversial sepanjang zaman. Sebenarnya tak banyak adegan kekerasan yang ditampilkan oleh film ini namun Tobe Hooper, sang sutradara, cukup cerdik untuk memancing imajinasi penonton dengan adegan-adegan yang ia sajikan. Alhasil, film ini hanya sempat ditayangkan dalam jangka waktu pendek sebelum akhirnya badan sensor film menetapkan film ini tak layak ditayangkan untuk umum.

Paling tidak ada 11 negara termasuk Australia, Chile, Finlandia, Jerman, Singapura, dan Inggris melarang beredarnya film ini. Film ini sempat dibuat ulang tahun 2003 lalu namun pamornya masih kalah dari film yang beredar tahun 1974 ini.

THE EVIL DEAD (1981)
[imagetag]
Delapan negara melarang beredarnya film ini. Mereka menganggap film karya Sam Raimi ini terlalu sadis untuk dipertontonkan secara legal. Alhasil pamor EVIL DEAD naik pesat dan banyak diperjualbelikan di pasar gelap. Meski mungkin tak sesadis I SPIT ON YOUR GRAVE tapi paling tidak badan sensor Finlandia, Jerman, Islandia, Irlandia, dan beberapa negara lain sepakat menyebut film ini terlalu kontroversial untuk publik.

THE LAST HOUSE ON THE LEFT (1972)
[imagetag]
Iran, Malaysia, Inggris, dan empat negara lain memutuskan THE LAST HOUSE ON THE LEFT tak boleh masuk ke negeri mereka. Tema yang diangkat film ini nyaris sama dengan yang digunakan Meir Zarchi dalam film I SPIT ON YOUR GRAVE. Bedanya, kali ini yang melakukan balas dendam adalah orang tua si korban. Adegan pemerkosaan dan balas dendam yang mengakibatkan hilangnya nyawa jelas jadi alasan kenapa film ini dilarang beredar.

Sumber
[imagetag]

Ga Bohong 23 Dec, 2011

Kamis, 22 Desember 2011

Sejarah Film Bokep

type="html">
[imagetag] [Image: vnmuz7.jpg]

Menurut buku Patrick Robertson, Film Facts, "film porno yang paling awal, yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge", yang dibuat di Prancis pada 1908. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912.

Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Film Jerman Am Abend (sekitar 1910) adalah, demikian tulis Robertson, "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki, melakukan fellatio dan penetrasi anal." (Robertson, hlm. 66)

Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya, namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi, keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh.

Mona (juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph), sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot, yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm, yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan, tergantung versi yang diedarkan), dengan anggaran yang relatif tinggi, yaitu film Flesh Gordon.

Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan nama-nama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran). Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa (judul film ini The Boys in the Band). Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Times.

Deep Throat adalah sebuah film porno dari Amerika Serikat yang diterbitkan pada 1972, ditulis dan disutradarai oleh Gerard Damiano dan dibintangi Linda Lovelace (nama samaran Linda Susan Boreman).

Singkat Cerita Deep Throat dimulai ketika seorang wanita yang merasa frustasi secara seksual (Linda Lovelace) meminta saran pada temannya Helen (Dolly Sharp); setelah sebuah pesta seks tidak menolong, Helen menganjurkan Linda untuk pergi ke seorang dokter (Harry Reems). Dokter ini berkata bahwa klitoris Linda berada di tenggorokannya.

Di berbagai tempat di AS, film ini dituduh menyebarkan pornografi. Aktor Harry Reems dinyatakan bersalah dalam menyebarkan materi tidak senonoh ke luar batas negara bagian.

Sejak permulaan sejarah film, banyak orang telah tampil dalam berbagai film seks di Eropa dan Asia. Film-film porno awal dari tahun 1900-an ini biasanya diputar dengan tangan, dan para pemerannya biasanya tidak ingin dikenal karena tekanan sosial. Bintang porno pertama dari AS yang memiliki nama panggung adalah Linda Lovelace, terkenal karena filmnya dari tahun 1972 Deep Throat. Film ini menghasilkan ratusan juta dolar di seluruh dunia, dan memulai industri film porno dengan aktris-aktris seperti Marilyn Chambers (Behind the Green Door), Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones), dan Bambi Woods (Debbie Does Dallas).

Pertengahan sampai akhir tahun 1980-an disebut The Golden Age of Porn, ketika banyak aktor dan aktris porno seperti John Holmes, Ginger Lynn Allen, Traci Lords, Veronica Hart, Nina Hartley, Seka, dan Amber Lynn mulai terkenal. Dengan mulainya jaman DVD di akhir 1990-an, muncul nama-nama seperti Jenna Jameson, Juli Ashton, Ashlyn Gere, Asia Carrera, Tera Patrick, Briana Banks, Stacy Valentine, Jill Kelly, dan Silvia Saint.

Mengenai istilah anal ke oral dalam industri film porno

Anal ke oral atau lebih populer di dalam dunia pornografi dengan istilah ass to mouth adalah tindakan mencabut penis atau benda lain dari anus dan memasukkannya ke mulut. Juga dikenal dengan singkatan A2M, ATM, atau Arse-to-Mouth. Penis biasanya tidak dibersihkan dulu sebelum dimasukkan ke mulut.

Ass to mouth menjadi terkenal pada sekitar tahun 2003 dan 2004 oleh Max Hardcore dalam seri filmnya "Cherry Poppers", dan dilakukan oleh Taylor Hayes, Alisha Klass, dan Samantha Stylle dalam film-film Seymore Butts.

Diedarkannya film berjudul "Ass to Mouth" oleh Heatwave/Horizon pada 2000 mulai membuat hal ini terkenal dalam dunia pornografi. Heatwave/Horizon kemudian juga mengedarkan seri "A.T.M. Girls" di tahun yang sama. Pada tahun 2003 dan 2004 A2M mencapai puncak ketenaran dengan beberapa seri seperti "A2M" (2003, Anabolic) dan "ATM Machine" (2003, Digital Sin). Python juga mengeluarkan film lain berjudul "Ass to Mouth" pada 2003, dibintangi bintang film porno amatir Pat Mixdorf. Menjelang 2005, ketenaran A2M mulai memudar dengan Heatwave/Horizon menghentikan seri "Ass to Mouth" pada 2005 setelah "Ass to Mouth #15." Walaupun sudah tidak setenar dahulu, A2M masih sering dijumpai di berbagai film porno.

Di antara bintang film porno terkenal, beberapa telah melakukannya dalam film, seperti Luci Thai, Flower Tucci, Olivia O'Lovely, Brianna Banks, Tiffany Mynx, dan Jessica Darlin

sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/riwayat-film-bokep.html
[imagetag]

Home 21 Dec, 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More